Harga Emas Antam Dekati Level Tertinggi

Harga Emas Antam Dekati Level Tertinggi

Bakrabata.com – Prediksi harga emas dunia mulai bermunculan lagi setelah harganya mencatat kenaikan 2 bulan berturut-turut.

Hal tersebut tentunya berdampak positif bagi emas Antam yang harganya kembali naik mendekai level tertinggi dalam 5 bulan terakhir pada perdagangan Kamis 3 Juni 2021.

Dilansir dari CNBC Indonesia “Pt Aneka Tambang (Antam) Tbk. Dengan harga emas batangan kini naik di level 0,31% ke Rp 964.000/ batang untuk satuan 1 gram, berdasarkan data dari situs logammulia.com”.

Logam mulia emas batangan mulai dari satuan 0,5 gram sampai 1.000 gram. Satuan yang kini bisa di jadikan acuan, 100 gram, hari ini naik 0,33% ke Rp 90.612.000/batang atau Rp 906.120/gram.

Emas Batangan Harga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 532.000Rp 1.064.000
1 GramRp 964.000Rp 964.000
2 GramRp 1.868.000Rp 934.000
3 GramRp 2.777.000Rp 925.667
5 GramRp 4.595.000Rp 919.000
10 GramRp 9.135.000Rp 913.500
25 GramRp 22.712.000Rp 908.480
50 GramRp 45.345.000Rp 906.900
100 GramRp 90.612.000Rp 906.120
250 GramRp 226.265.000Rp 905.060
500 GramRp 452.320.000Rp 904.640
1000 GramRp 904.600.000Rp 904.600

Dengan hal tersebut menjadikan harga emas Antam menjadi acuan, pada hari ini di picu naiknya harga emas dunia pada perdagangan hari Rabu kemarin.

Para analisis berpendapat bahwa harga emas dunia akan terus naik, merangkak sampai akhir tahun ini, sehingga emas Antam tentunya bisa merengek.

Masih di lansir dari sumber yang sama, melihat dari sisi dolar Amerikasrikat memang sekarang ini sedang tertekan.

Yang di rilis pada hari Jumat kemarin, menurut data dari Commodity Futures Tranding Commmission. Bahwa menunjukan posisi jual (shoret) dolar AS berada pada level tertinggi sejak akhir Februari.

Masih dari sumber yang sama juga, CNBC Indonesia, Nilai net short dolar AS pada pekan yang berakhir 25 Mei dilaporkan sebesar US$ 27,89 miliar, naik tajam di bandingkan posisi net short pada sepekan sebelumnya US$ 15,07 miliar.

Dengan naiknya hal tersebut (net short) menunjukan semakin terbuka lebar untuk pasar global yang “membuang” dolar AS sebab diprediksi nilainya akan melemah.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (28/5/2021) lalu melaporkan data inflasi berdasarkan personal consumption expenditure (PCE). Data tersebut merupakan inflasi acuan bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Baca selengkapnya > > > > > >

You May Also Like

About the Author: Obast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *