Bank Indonesia Tegaskan Uang Kripto Bukan Alat Pembayaran Yang Sah

Bank Indonesia Tegaskan Uang Kripto Bukan Alat Pembayaran Yang Sah

Bakrabata.com – Bank Indonesia, mengatakan tegas bahwa mata uang kripto bukan alat pembayaran yang sah, megetahui hal itu, bank sentral melanggar seluruh lembaga keuangan mengguanakan uang kripto sebagai alat pembayaran.

Ungkap Perry dalam diskusi online BPK RI ” Kripto bukan alat pembayaran yang sah sesuai undang-undang (uu),” kebijakan pemerintah, peluang, tantangan, dan kepemimpinan di masa dan pasca pandemi covid-19″, pada hari Selasa(15/6).

Dan ia pun mengatkan bahwa pihaknya akan menurunkan sejumlah pengawas untuk memantau lembaga jasa keuangan, dan hal ini pun memastikan agar semua perusahaan jasa keuangan tidak menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran yang sah.

Jelas perry “Kami terus melakukan untuk memastikan bahwa kripto yang bentuknya koin bukan pembayaran yang sah. Kami akan menerjunkan pengawas untuk memastikan lembaga keuangan mematuhi ketentuan-ketentuan yang sebelumnya sudah ada”.

Tidak hanya itu saja, dalam kesempatan yang sama juga, mentri keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan membawa isu mata uang kripto kedalam forum G20. Karena aturan yang ada di tiap negara berbeda-beda.

Ungkap Sri Mulyani “Kami melihat penomena di dunia sekarang ada negara yang melakukan piloting seperti China, di situ daerah yang belum meluas secara nasional bagaimana kalau semua mata uanganya di ubah dari uang kartal menjadi uang digital”.

Hal itu pun sambung Sri Mulyani, akan mempengaruhi dinamika ekonomi di negara tersebut. Dan untuk itu, Komite Stabilitas Sistem keuangan (KSSK) juga harus membahas terkait perkembangan mata uang kripto di G20 tersebut.

Sri Mulyani pun mengatakan setiap negara yang berkedaulatan biasanya menempatkan bank sentral untuk mengatur mata uang. Namun, sejumlah pihak juga akan tetap memperjuangkan mata uang kripto sebagai alat pembayaran.

Ungkap Sri Mulyani, “kedepan kompetisi ini akan muncul terus makannya Elon Musk ngomongin terus cureency boleh beli saham Tesla atau Facebook dan digital company di AS mau buat currency sendiri”.

Hal ini pun akan menjadi sebuah ancaman bagi mata uang fisik yang sudah di hasahkan oleh suatu negara, dan tentunya hal ini pun akan berdampak pada dinamika perekonomian. Dikutif dari “Cnnindonesia.com”.

You May Also Like

About the Author: Pijay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *