Kini Harga Bitcoin Ambruk Lagi Dibayangi Oleh Death Cross

Kini Harga Bitcoin Ambruk Lagi Dibayangi Oleh Death Cross

Bakrabata.com – Kini harga mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar yaitu (market cap) yang paling besar kini ambles dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dan di bandingkan dengan data coinmarketcap.com, pada waktu 15.00 WIB, harga koin kripto terrua dan terbesar, Bitcoin, anjlok hingga 5,34% ke bawah level support U$$ 36.000.

Yaitu U$$ 35.726,49 dan dengan di bandingkan dengan hari yang sebelumnya, sebenarnya, dalam sepekan terakhir Bitcoin masih naik tipis 1,17%.

Baca juga: Harga Emas 24 Karat Antam, Jumat 18 Juni 2021

Para investor pun masih khwatir tentang ‘Deat Cross’ yang menjulang, dan yang dapat mengindikasikan pergeseran dari tren harga bullish ke bearish.

Dan asal kalian tahu saja, bahwa death cross di tentukan oleh persangan rata-rata pergerakan 50 hari (MA50) dengan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200) yang dapat terjadi selama akhir pekan.

Anjloknya Bitcoin hari ini juga menjalar pada koin-koin lainnya, misalnya dengan Ethereum, yang merosot hingga 4,37% pada posisi U$$ 2,241,22. Dan dalam waktu sepekan juga harga Ethereum ambles hingga 3,03%.

Baca juga: Kini Harga Bitcoin Turun Ke U$$ 38.000

Tidak hanya itu saja, Koin meme, Dogecoin, juga ikut merosot hingga 3,66% ke U$$ 0,292 hari ini, sementara dalam seminggu terakhir juga ambles 4,82%.

Sementara dari 10 besar koin kripto dengan market cap jumbo, dan hanya koin Tether lah yang berhasil naik tipis, yaitu pada 0,01% ke U$$ 1,00 pada hari ini dalam waktu sepekan 0,02%.

Sementara itu, menurut catatan CNBC Indonesia, yang menganalisis yang memperkirakan Bitcoin akan selalu tetap tangguh jika inflasi terus meningkat, yang dapat menyebabkan kinerja pasar kripto yang lebih baik dengan di bandingkan pasar keuangan lainnya.

Dan dalam bluetin yang di terbitkan oleh EQUOS, perusahaan layanan keuangan digital pada hari Rabu lalu, yang menggambarkan bahwa penurunan awal di seluruh aset beresiko sebagai “reaksi spontan”.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 19 Juni 2021

Tulis EQUOS, “Bitcoin dan saham kemungkinan akan bersama-sama melewati masa turbulensi, namun inflsi yang meninggi kemungkinan akan membuat Bitcoin lebih unggul dari saham,” dikutif dari CoinDesk.

Dan Bitcoin juga dianggap sebagai aset lindung nilai dari inflasi, akan tetapi mungkin saja kripto mendapat manfaat lebih dari kebijakan moneter longgar yang terjadi di saat inflasi meninggi.

Baca selengkapnya…. … …

You May Also Like

About the Author: Pijay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *