BRMS Kembangan Proyek Tambang Emas dan Tembaga, 24 Miliar Saham

BRMS Kembangan Proyek Tambang Emas dan Tembaga, 24 Miliar Saham

Bakrabata.com – BRMS saham, PT Bumi Rescources Minerals Tbk (BRMS) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B.

Sedangkan perusahaan Grup Bakrie ini juga berencana menerbitkan 8,5 miliar Waran Seri III yang menyertai penerbitan saham tersebut.

Dana hasil rights issue akan di gunakan untuk membiayai pengembangan prooyek tambang tembaga dan emas di Gorontalo.

Lebih lanjut, secara rinci dalam pengembangan proyek tersebut dimaksud terdiri dari pembangunan satu pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 2.000 ton bijih dalam perhari

Sedangkan pembangunan fasilitas pendukung tambang lainnya, seperti waste dump, sediment pond, powerhouse, warehouse, nursery, workshop, town site, gudang bahan peledak, dan bangunan kantor.

Dana yang di peroleh juga akan dimanfaatkan untuk aktivitas pengeboran di beberapa prospek emas demi menambah cadangan bijih emas di lokasi tambang emas Motomboto, Gorontalo.

Perusahaan besar ini juga akan akan membangun infrastruktur jalan tambang (hauling road) sepanjang lebih dari 30 kilometer dengan lebar 12 meter, serta fasilitas jembatan sepanjang 75 meter dari Pelabuhan Tombolilato ke lokasi tambang emas dan tembaga.

Fasilitas Penunjang:

Lebih lanjut, BRMS juga akan membangun Fasilitas Pengolahan Limbah (Tailing Management Facility), termasuk pengeringan limbah bijih, tailing dam, dan detoxification plant.

Tak ketinggalan, dana hasil rights issue juga akan dialokasikan untuk pembelian alat-alat berat, perlengkapan, peralatan tambang, serta untuk mendanai kebutuhan modal kerja perusahaan dan anak-anak usahanya.

Manajemen BRMS menyampaikan, pihaknya percaya bahwa perusahaan dapat merealisasikan beberapa keuntungan dari pengembangan proyek tambang tembaga dan emas di Gorontalo.

Alasan Ketersediaan dan Fasilitas:

Alasannya, ketersediaan pabrik pengolahan bijih emas akan memungkinkan perusahaan untuk memulai produksi emas dan peraknya secara komersial dari lokasi tambang emas Motombato di Gorontalo.

Sebelumnya, pada bulan April 2021, BRMS baru saja menyelesaikan transaksi Penawaran Umum Terbatas pertama (PUT 1) dengan dana perolehan sekitar U$$ 102 juta.

Dana tersebut sebagian besar di gunakan untuk mengembangkan proyek tambang emas di Palu, Sulawesi Tengah berupa pembangunan pabrik pengolahan bijih emas ke-3 dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari, pengeboran prospek emas untuk menambah cadangan bijih, dan lain-lain.

You May Also Like

About the Author: Obast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *